MumtazaNews - sobat lagi-lagi indonesia harus berbangga, Fully Asmandhita dan Houwari Rangkuti, tim utusan Sekolah Indonesia Cairo, pada Sabtu (3/3) berhasil menyabet juara pertama dalam lomba debat berbahasa Inggris antar pelajar dan mahasiswa di Mesir. Setelah berhasil menyisihkan lawan di babak final, SIC menggondol tropi dan uang tunai sebesar 1000 Pound Mesir, disusul oleh juara II Singapura, juara III Nigeria dan juara IV Afrika Tengah. Masing-masing juara II, III dan IV mendapat tropi dan uang tunai 500, 300, dan 200 Pound Mesir. Lomba debat yang digelar PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir) bekerja sama dengan PII (Pelajar Islam Indonesia) dan KBRI Kairo tersebut diikuti oleh 37 tim dari 22 negara. Masing-masing tim terdiri dari 2 orang peserta, baik pelajar maupun mahasiswa, dengan syarat bahwa peserta tidak berasal dari negara yang bahasa aslinya adalah bahasa Inggris.
Dari 37 grup tersebut, panitia menyaring 13 grup untuk masuk ke babak semi final. Kemudian dari ketiga belas grup yang lolos, hanya 4 grup yang mengikuti babak final.
Babak penyisihan dilaksanakan pada Sabtu (25/2) dengan tema “Egypt’s Revolution: A Road to a Better Natioan or Despair?” dan babak semi final berlangsung pada Selasa (28/2) dengan tema “Euthanasia: A Choose to Die?”. Babak final sendiri berlangsung di aula Wisma Nusantara pada Sabtu (3/3) dengan tema “Nuclear Race: A Cahallege Between Ambition and Humanity”.
Di babak final, panitia menghadirkan tiga orang juri dari tiga negara yang berbeda. Mereka adalah Heather Patterson, warga negara Amerika, Caram Aziz Mohammed, warga negara Mesir dan Irfan Prima Putra, warga negara Indonesia.
Prestasi Fully dan Houwari ini sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Pasalnya, lawan-lawan mereka dari babak penyisihan hingga final adalah mahasiswa, sedangkan keduanya masih berstatus pelajar. Gus_elmaiya

Tidak ada komentar